400 Tahun CM, Menabur benih Jurnalistik

0
288

Dalam rangka memperingati 400 tahun Congregasi Misi (CM), para imam beserta team yang sudah dibentuk merancang sebuah rencana penulisan buku. Buku yang akan ditulis berisi kenangan para misionaris awali CM yang berkarya di Indonesia. Untuk itu berbagai persiapan dilakukan seperti, mendata para narasumber dan membuat agenda kerja. Salah satu dari agenda yang telah direncanakan, pada 18-20 Januari, para romo beserta team, menggelar seminar yang bertujuan agar para team penulis buku semakin kreatif dalam proses penulisan buku.

Peserta Pelatihan Jurnalistis “400 Tahun Kongregasi Misi” sedang sibuk menulis artikel. Doc: Panitia 400 Thn CM

Seminar yang berlangsung di provinsialat CM, Jl. Kepanjen, Surabaya ini, dibawakan oleh seorang jurnalisdan penulis buku A. Bobby Pr. Peserta terdiri dari 7 pastor CM, 2 Frater CM dan 7 orang lainnya awam. Para peserta tampak antusias, Bobby pun tampak energik dalam memberikan materi. Bahasa jurnalistik, Berita dan Featur menjadi meteri utama dalam seminar. Menjadi jurnalis tidak perlu bakat, modal utama adalah berlatih, berlatih dan berlatih. “Bakat buang ke laut”, ungkap Bobby. Latarbelakang para peserta bukan seorang penulis akan tetapi mereka mau belajar dan berusaha. “Pelatihan ini penting bagi kita agar kedepannya semakin tajam dan terampil dalam proses penulisan”, kata Rm. Markus Rudy Hermawan CM, yang biasa dipanggil Rm. Wawan CM, selaku peserta sekaligus ketua panitia.

Peserta Pelatihan Jurnalistik sedang mendengarkan ceramah dari Narasumber. Foto: Bastian

Tiga hari berjalan begitu cepat, seluruh materi sudah disampaikan oleh Bobby. Termasuk saat praktik langsung menulis Featur. Peserta berhasil menulis Featur dalam waktu yang singkat dan itu sangat memuaskan. Ini menjadi modal baik untuk nantinya menulis jejak para misionaris CM. Siapa pun bisa menulis buku. Jurnalistik bukan soal ilmu pengetahuan tetapi soal keterampilan. Para peserta sangat optimis. Mereka yakin bisa menerbitkan buku. Mengakhiri pelatihan dalam catatannya Bobby menulis “saya hanya menabur benih penulisan. Mereka akan merawat keterampilan yang sudah didapat agar mampu menyusun buku inspitatif nantinya”.

 

Penulis: Aden Nanda Alvino, Alumni SMAK Seminari Menengah St.Vincentius a Paulo, Garum – Blitar