BIARLAH ORANG MATI MENGUBURKAN ORANG MATI

0
122

Kemarin aku memberikan sakramen pengurapan orang sakit. Ini adalah keempat kalinya aku memberikan sakramen pengurapan orang sakit selama di PNG. Pertama adalah seorang anak kecil di rumah sakit misi, kedua, Rm. Medi saat malarianya kambuh, ketiga, Bapak dari salah seorang pemimpin umat yang sudah sakratul maut dan keempat adalah seorang ibu yang sudah tua dan lama terbaring sakit.

Sehari setelah menerima sakramen pengurapan orang sakit, ibu itu, meninggal. Ku dengar sayup-sayup isak tangis anak cucu ibu tua itu dari rumah duka. Mereka meratapi kepergian Sang Ibu atau Nenek tercinta yang pulang ke pangkuan Bapa di Surga. Sabtu pagi, siang, sore dan malam saat kerabatnya datang terdengar raungan tangis mereka dari pastoran.

Namun ada hal yang menggelitik pikiran dan benakku yakni saat keluarga menangis keras seperti itu, pada saat yang sama terdengar suara sorak-sorai supporter sepakbola, voli dan basket di lapangan tak jauh dari rumah duka. Maklum sejak bulan July lalu, setiap sabtu ada kompetisi sepak bola, voli dan basket.

Sorenya saya datang ke rumah duka untuk berdoa bagi almarhum dan keluarga. Yang ada saat itu kurang lebih 10 ibu-ibu. Pada kemana para laki-lakinya? Katanya mereka pergi ke lapangan sepak bola. Mereka rupanya menyatu dengan para supporter, menyoraki tim yang didukungnya.

Ku ingat pengalaman serupa saat di rumah. Para tetangga dan keluarga menghentikan keriuhan music pesta manten dan aktivitasnya untuk menghormati dan memberikan dukungan moril kepada keluarga yang berduka. Kok bisa ya, di sini orang-orang, termasuk keluarga, tenang-tenang saja dengan keriuhan yang ada, malah sebagian besar, mereka ikut pergi kekeriuhan kompetisi sepak bola voli dan basket. Kalau dipikir-pikir, bisa jadi mereka sudah mengikhlaskan yang meninggal jadi ya tenang-tenang saja. “Biarlah orang mati menguburkan orang mati.”

Rencananya besok pagi mau didoakan dalam ekaristi hari Minggu dan siangnya Jenazah akan diberkati dan dimakamkan di tanah ulayat mereka yang jaraknya kurang lebih 7/8 km dari Matkomnai. (Rm. Gunawan.CM)