{"id":6955,"date":"2024-05-11T20:43:58","date_gmt":"2024-05-11T13:43:58","guid":{"rendered":"https:\/\/cm-indonesia.org\/?p=6955"},"modified":"2024-05-11T20:44:00","modified_gmt":"2024-05-11T13:44:00","slug":"pesan-bapa-suci-paus-fransiskus-di-hari-komunikasi-sosial-sedunia-ke-58-tahun-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cm-indonesia.org\/?p=6955","title":{"rendered":"Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus di Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-58 Tahun 2024"},"content":{"rendered":"\n<p>Hari Minggu sebelum Hari Raya Pentakosta selalu menjadi hari di mana Gereja Katolik merayakan Hari Minggu Komunikasi Sosial (Komsos) Sedunia. Setiap tahun pula, Paus selalu menyampaikan pesan untuk Hari Minggu Komunikasi Sedunia. Pesan ini biasa diumumkan oleh Paus tepat pada Pesta St Fransiskus de Sales, pelindung para jurnalis, 24 Januari.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Secara singkat, tradisi merayakan Hari Komsos sedunia ini diawali oleh Bapa Suci Paulus VI (1897-1978). Pada Minggu, 7 Mei 1967, beliau untuk pertama kalinya menetapkan Hari Minggu Komsos Sedunia. Kala itu, diusung tema \u201cGereja dan Komunikasi Sosial\u201d dan dari situlah tonggak sejarah perayaan Hari Komsos Sedunia dimulai.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahun 2024 ini adalah tahun ke 58 kita merayakan Hari Komsos Sedunia, dan pesan Paus Fransiskus bertajuk \u201cKecerdasan Artifisial dan Kebijaksanaan Hati: Menuju Komunikasi yang Sungguh Manusiawi\u201d. Paus Fransiskus mengingatkan kita bagaimana kecerdasan artifisial dan kebijaksanaan hati dapat memperkaya pengalaman komunikasi kita untuk menjadi semakin manusiawi dan manusia yang seutuhnya. Menurutnya, manusia perlu memiliki &#8216;kebijaksanaan hati&#8217; dalam menanggapi kemajuan teknologi jaman ini. Ia mengatakan: \u201cBentuk refleksi yang baik dimulai dari hati. Segala bentuk refleksi harus dimulai dari hati. Kalau tidak, risikonya manusia bisa kaya di bidang teknologi, tetapi miskin dalam kemanusiaan\u201d. Ia menambahkan bahwa hati adalah tempat terdalam manusia. Di sana manusia dapat berjumpa dan berbicara dengan Tuhan. Segala keputusan yang baik lahir dari hati yang bijaksana. Sehingga hati tidak bisa dikalahkan oleh kecerdasan buatan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi mampu menciptakan aplikasi-aplikasi baru, memposting beragam konten, menyimpan data, berkomunikasi dengan orang lain dari beragam bahasa, menciptakan ilmu pengetahuan baru, tetapi teknologi tidak bisa dikendalikan dengan hati yang bijaksana. Kecerdasan buatan tidak mampu berefleksi dan mencerna. Ia hanya mampu menciptakan dan \u2018melemparkan\u2019 isi tapi tidak berpikir secara matang. Beliau menegaskan juga bahwa setiap individu memiliki kesadaran yang bertanggung jawab atas penggunaan dan pengembangan berbagai bentuk komunikasi seiring dengan berkembangnya teknologi dan kecerdasan artifisial jaman sekarang. Ia menambahkan bahwa komunikasi perlu berorientasi pada kehidupan pribadi manusia yang lebih utuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita sebagai umat Katolik di manapun kita berada, berjalan bersama seiring dengan pesan Paus Fransiskus di Hari Komsos sedunia tahun ini. Mari kita saling sharing informasi dan formasi yang baik guna menumbuhkan iman, harapan, dan kasih kita, serta dengan setia menjadi saksi Kristus yang bangkit, mewartakannya dengan cara baru dan melalui media-media komunikasi sosial yang ada saat ini. Dan percayalah, Tuhan Yesus akan menyertai kita hingga akhir jaman. Amin.<\/p>\n\n\n\n<p>Dokumen Pesan Paus Fransiskus di Hari Komunikasi Sosial sedunia ke 58 tahun 2024 dapat diunduh di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<div data-wp-interactive=\"core\/file\" class=\"wp-block-file\"><object data-wp-bind--hidden=\"!state.hasPdfPreview\" hidden class=\"wp-block-file__embed\" data=\"https:\/\/cm-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/2024-PESAN-PAUS-FRANSISKUS-UNTUK-HARKOM-KE-58.pdf\" type=\"application\/pdf\" style=\"width:100%;height:600px\" aria-label=\"Embed of 2024-PESAN-PAUS-FRANSISKUS-UNTUK-HARKOM-KE-58.\"><\/object><a id=\"wp-block-file--media-c4322a0d-a0aa-4a4b-916a-570f2011a1ef\" href=\"https:\/\/cm-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/2024-PESAN-PAUS-FRANSISKUS-UNTUK-HARKOM-KE-58.pdf\">2024-PESAN-PAUS-FRANSISKUS-UNTUK-HARKOM-KE-58<\/a><a href=\"https:\/\/cm-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/2024-PESAN-PAUS-FRANSISKUS-UNTUK-HARKOM-KE-58.pdf\" class=\"wp-block-file__button wp-element-button\" download aria-describedby=\"wp-block-file--media-c4322a0d-a0aa-4a4b-916a-570f2011a1ef\">Download<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Minggu sebelum Hari Raya Pentakosta selalu menjadi hari di mana Gereja Katolik merayakan Hari Minggu Komunikasi Sosial (Komsos) Sedunia. Setiap tahun pula, Paus selalu menyampaikan pesan untuk Hari Minggu Komunikasi Sedunia. Pesan ini biasa diumumkan oleh Paus tepat pada Pesta St Fransiskus de Sales, pelindung para jurnalis, 24 Januari.&nbsp; Secara singkat, tradisi merayakan Hari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":6956,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[116,263,119],"tags":[],"class_list":{"0":"post-6955","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-panggilan","9":"category-spiritualitas"},"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/cm-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Screenshot-2024-05-11-223449.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6955","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6955"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6955\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6960,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6955\/revisions\/6960"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6956"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6955"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6955"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6955"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}