{"id":8427,"date":"2025-03-20T00:00:00","date_gmt":"2025-03-19T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/cm-indonesia.org\/?p=8427"},"modified":"2025-04-22T11:39:26","modified_gmt":"2025-04-22T04:39:26","slug":"beata-jeanne-veron-s-c-e-dan-kawan-kawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cm-indonesia.org\/?p=8427","title":{"rendered":"Beata Jeanne V\u00e9ron, S.C.E. dan Kawan-Kawan"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>Beata Jeanne V\u00e9ron<\/em><\/strong> lahir di Quelaines, Prancis pada tanggal 6 Agustus 1766.<br \/><strong><em>Beata Fran\u00e7oise Th\u00e9ret<\/em><\/strong> lahir di Saint-Mars-sur-la-Futaie pada tanggal 8 April 1756.<br \/><strong><em>Beata Fran\u00e7oise M\u00e9zi\u00e8re<\/em><\/strong> lahir di M\u00e9zangers, Prancis pada tanggal 25 Agustus 1745.<br \/>Mereka adalah anggota Suster-Suster Cinta Kasih Bunda Maria dari \u00c9vron. Fran\u00e7oise M\u00e9zi\u00e8re adalah seorang novis.<\/p>\n<p>Mereka dikirim ke Saint-Pierre-des-Landes untuk membuka sekolah. Mereka mengajar dan merawat orang sakit. Tidak ada kecaman atau pengaduan yang diajukan terhadap mereka, tetapi mereka dimasukkan ke dalam daftar orang-orang yang akan dihukum guillotine. Mereka ditangkap pada awal Februari 1794 dan ditahan di Ern\u00e9e, Prancis. Fran\u00e7oise M. dan Fran\u00e7oise T. dijebloskan ke penjara dan Jeanne dikirim ke rumah sakit karena sakit parah. Mereka ditahan di sana sampai diadili.<\/p>\n<p>Fran\u00e7oise M\u00e9zi\u00e8re adalah orang pertama yang dipenggal kepalanya pada tanggal 5 Februari. Dia berusia 48 tahun.<\/p>\n<p>Fran\u00e7oise Th\u00e9ret muncul di hadapan Komisi Bignon pada tanggal 13 Maret. Dia dituduh menyembunyikan imam dan membantu kaum kontra-revolusioner. Dia menjawab bahwa setiap orang yang sakit adalah saudara dalam Yesus Kristus dan membutuhkan perawatannya. Dia menolak untuk meneriakkan \u201cumur panjang untuk republik\u201d yang jelas-jelas menghukumnya dengan hukuman mati. Dia naik ke perancah, menyanyikan Salve Regina. Dia berusia 37 tahun.<\/p>\n<p>Jeanne dibawa ke pengadilan pada tanggal 20 Maret di kursi karena dia lumpuh dan tampaknya akan meninggal. Dia menolak untuk mengambil sumpah. Putusannya sama dengan vonis untuk Fran\u00e7oise. Ia harus digiring ke Guillotine. Ia berusia 28 tahun.<\/p>\n<p>Mereka dibeatifikasi pada tanggal 19 Juni 1955.<\/p>\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beata Jeanne V\u00e9ron lahir di Quelaines, Prancis pada tanggal 6 Agustus 1766.Beata Fran\u00e7oise Th\u00e9ret lahir di Saint-Mars-sur-la-Futaie pada tanggal 8 April 1756.Beata Fran\u00e7oise M\u00e9zi\u00e8re lahir di M\u00e9zangers, Prancis pada tanggal 25 Agustus 1745.Mereka adalah anggota Suster-Suster Cinta Kasih Bunda Maria dari \u00c9vron. Fran\u00e7oise M\u00e9zi\u00e8re adalah seorang novis. Mereka dikirim ke Saint-Pierre-des-Landes untuk membuka sekolah. Mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":30,"featured_media":8624,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[620,533],"tags":[625,537],"class_list":{"0":"post-8427","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-orang-kudus-bulan-maret","8":"category-orang-kudus-vinsensian","9":"tag-peringatan-martir","10":"tag-peringatan-perawan"},"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/cm-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Beata-Jeanne-Veron-dll-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8427","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/30"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8427"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8427\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8429,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8427\/revisions\/8429"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8624"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8427"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8427"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8427"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}