{"id":8614,"date":"2025-04-28T00:00:00","date_gmt":"2025-04-27T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/cm-indonesia.org\/?p=8614"},"modified":"2025-06-11T09:35:47","modified_gmt":"2025-06-11T02:35:47","slug":"santa-gianna-beretta-molla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cm-indonesia.org\/?p=8614","title":{"rendered":"Santa Gianna Beretta Molla"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><em>Santa Gianna Beretta Molla<\/em><\/strong> (4 Oktober 1922 \u2013 28 April 1962) adalah seorang dokter anak Katolik Roma asal Italia. Ia menolak aborsi dan histerektomi saat mengandung anak keempatnya meskipun tahu bahwa penolakan tersebut dapat mengakibatkan kematiannya sendiri yang kemudian terjadi. Karier medisnya berjalan seiring dengan ajaran Gereja yang memperkuat tekadnya untuk mengikuti hati nuraninya sambil menolong orang lain yang membutuhkan. Pandangan ini menjadi jelas ketika ia memutuskan untuk menyelamatkan nyawa anak terakhirnya daripada memikirkan dirinya sendiri. Ia juga mengabdikan dirinya untuk pekerjaan amal di antara orang tua dan terlibat dalam Aksi Katolik. Ia juga membantu Serikat Sosial Vinsensius dalam penjangkauan mereka kepada orang miskin dan kurang beruntung.<\/p>\n\n\n\n<p>Beatifikasi Gianna Molla dirayakan pada tahun 1994 dan ia dikanonisasi sebagai orang suci satu dekade kemudian pada pertengahan tahun 2004 di Lapangan Santo Petrus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Santa Gianna Beretta Molla (4 Oktober 1922 \u2013 28 April 1962) adalah seorang dokter anak Katolik Roma asal Italia. Ia menolak aborsi dan histerektomi saat mengandung anak keempatnya meskipun tahu bahwa penolakan tersebut dapat mengakibatkan kematiannya sendiri yang kemudian terjadi. Karier medisnya berjalan seiring dengan ajaran Gereja yang memperkuat tekadnya untuk mengikuti hati nuraninya sambil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":30,"featured_media":8616,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[627,533],"tags":[624],"class_list":{"0":"post-8614","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-orang-kudus-bulan-april","8":"category-orang-kudus-vinsensian","9":"tag-peringatan-wanita-kudus"},"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/cm-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/Santa-Gianna-Beretta-Molla.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/30"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8614"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8614\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8617,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8614\/revisions\/8617"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/8616"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}