{"id":9249,"date":"2025-10-24T00:00:00","date_gmt":"2025-10-23T17:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/cm-indonesia.org\/?p=9249"},"modified":"2025-11-13T15:39:44","modified_gmt":"2025-11-13T08:39:44","slug":"santo-luigi-guanella-s-d-c","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cm-indonesia.org\/?p=9249","title":{"rendered":"Santo Luigi Guanella, S.d.C."},"content":{"rendered":"\n<p><strong><em>Santo Luigi Guanella<\/em><\/strong> (19 Desember 1842 \u2013 24 Oktober 1915) lahir di Campodolcino, Italia, anak kesembilan dari tiga belas bersaudara. Keluarganya miskin tetapi dihormati dan berbakti pada kepercayaan dan praktik agama mereka. Ketika berusia dua belas tahun, ia masuk seminari dan ditahbiskan pada tahun 1866. Guanella membantu St. Yohanes Bosco dalam merawat anak-anak tunawisma. Tak lama kemudian, ia memulai program perintis yang menangani rehabilitasi anak laki-laki dan perempuan yang ditelantarkan dan ditolak oleh masyarakat karena cacat fisik dan mental mereka. Tidak seorang pun dapat menghentikannya dalam upaya ini. Penentangan dari otoritas sipil, kritik terhadap kaum elit, dan reputasi pribadinya sebagai seorang pemimpi, tidak menjadi masalah. Melalui karyanya, ia mendirikan Suster-suster Puteri Santa Maria dari Penyelenggaraan Ilahi dan Suster-suster Pelayan Kasih. Dua tahun sebelum kematiannya, Romo. Guanella mendirikan Persatuan Santo Yosef Pius, yang anggotanya berdoa bagi mereka yang sedang sekarat.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia meninggal pada usia 72 tahun di Como, Italia.<\/p>\n\n\n\n<p>Spiritualitas St. Luigi Guanella dapat dipahami sebagai pertemuan unik antara spiritualitas \u201cpara santo cinta kasih\u201d seperti St. Fransiskus dari Assisi, St. Vinsensius A Paulo, dan St. Teresa dari Kalkuta (Bunda Teresa), dengan spiritualitas \u201cpara santo kontemplasi mistik\u201d yang diwakili oleh St. Catherine dari Siena dan St. Teresa dari Avila.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Santo Luigi Guanella (19 Desember 1842 \u2013 24 Oktober 1915) lahir di Campodolcino, Italia, anak kesembilan dari tiga belas bersaudara. Keluarganya miskin tetapi dihormati dan berbakti pada kepercayaan dan praktik agama mereka. Ketika berusia dua belas tahun, ia masuk seminari dan ditahbiskan pada tahun 1866. Guanella membantu St. Yohanes Bosco dalam merawat anak-anak tunawisma. Tak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":30,"featured_media":9240,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[644,533],"tags":[655,656],"class_list":{"0":"post-9249","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-orang-kudus-bulan-oktober","8":"category-orang-kudus-vinsensian","9":"tag-pendiri-hamba-cinta-kasih","10":"tag-pendiri-puteri-santa-maria-dari-penyelenggaraan-ilahi"},"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/cm-indonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/24-Okt_St.-Luigi-Guanella-S.d.C.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9249","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/30"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9249"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9249\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9250,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9249\/revisions\/9250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9240"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9249"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9249"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cm-indonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9249"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}