Pada tanggal 29 November 1633 Vinsensius dan Luisa de Marillac mulai mengumpulkan dan men didik beberapa gadis desa dalam hidup bersama. Peraturan pertama mulai dibuat dan sejak saat itu secara resmi berdirilah “Filies de la Charite” yang di Indonesia dikenal dengan nama “Serikat Puteri Kasih dari Santo Vinsensius a Paulo”. Luisa de Marillac menjadi “Ibu Pemimpin Umum” yang pertama dan Charitas Christi Urget Nos (Cinta Kasih Kristus mendorong kami) merupakan semboyan Serikat ini. Serikat Puteri Kasih mendapat persetujuan dari Kardinal de Rezt, Uskup Agung Paris 18 Januari 1655 dan pada tanggal 6 Juni 1668 mendapat persetujuan Bapa Suci, Paus Clemens IX. Seturut kharisma vinsensian, Serikat Puteri Kasih menjalankan tugas pelayanan cinta kasih kepada Allah dalam diri orang miskin. Peringatan Berdirinya Serikat Puteri Kasih ini menjadi kesempatan tidak hanya untuk bersyukur atas anugerah Allah yang melimpah, melainkan juga untuk berdoa agar Allah mengirim pekerja-pekerjanya.Sebab, semakin Puteri Kasih memiliki jumlah anggota yang banyak, banyak pula orang miskin yang menerima pelayanan kasih. Peringatan berdirinya Serikat juga menjadi saat untuk merefleksikan pembaharuan hidup dan makin mendengarkan kehendak Allah bagi Serikat. “Apa yang dikehendaki oleh Allah bagi Serikat Puteri Kasih saat ini?” Demikian pertanyaan yang hendaknya bergema dalam diri setiap suster Puteri Kasih.


