Sanggar Sahabat Anak: Tempat Harapan Tumbuh

0
13

Suasana riang anak-anak terasa di Sanggar Sahabat Anak (SSA), Bandulan, Sukun, Malang. Ada yang belajar, menggambar, bermain, dan bersosialisasi. Di tempat sederhana ini, sekitar 30 anak mendapatkan pendampingan. Sebagian besar berasal dari keluarga prasejahtera.

SSA yang berdiri sejak 2008 menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan bersosialisasi. Sebagian besar orang tua mereka bekerja di sektor informal, seperti buruh pabrik, pedagang kecil, dan pengemudi ojek daring. Jam kerja yang panjang dan penghasilan yang tidak selalu tetap membuat waktu orangtua untuk mendampingi anak belajar dan beraktivitas di rumah menjadi terbatas.

Sanggar Sahabat Anak bukan sekadar tempat belajar dan bermain, tetapi ruang tempat anak-anak menemukan perhatian, menumbuhkan harapan, dan belajar menjadi pribadi yang peduli kepada sesama.

Karena kondisi bangunan sanggar yang mulai menua dan mengalami banyak kerusakan, renovasi sanggar dimulai pada awal Juni 2026. Kini, beberapa pembenahan telah selesai, antara lain pembuatan sumur serta perbaikan instalasi air, listrik, dan pengecatan aula. Sanggar pun menjadi tempat yang lebih nyaman bagi anak-anak.

Dari awal Juni hingga awal Agustus 2026 yang lalu, mahasiswa Universitas Negeri Malang melalui program KKN turut mendampingi anak-anak. Mereka menemani anak belajar dan bermain, memberikan pendampingan literasi digital dalam empat pertemuan, mengadakan penyuluhan pengelolaan sampah untuk warga sekitar, dan menggelar pentas seni. Setelah KKN berakhir, mereka berencana tetap melanjutkan pendampingan di SSA.

Perhatian sanggar juga diberikan kepada para ibu. Pada Juli lalu, SSA bekerja sama dengan SSV Dewan Daerah Malang mengadakan pelatihan membuat kue bagi ibu-ibu di sekitar sanggar. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga, sekaligus membekali para ibu membuat makanan yang enak dan sehat bagi anak-anak. Pelatihan ini akan ditindaklanjuti secara berkala.

Yang menarik, kepedulian terhadap SSA juga tumbuh dari orang-orang muda di sekitar sanggar. Sebagian dari mereka dahulu merupakan anak dampingan SSA. Kini, setelah dewasa, mereka kembali untuk memberi perhatian kepada anak-anak atau adik-adik mereka.

Kepedulian itu tampak dalam kegiatan aneka lomba pada Selasa, 25 Agustus 2026. Sejak pukul 08.30 hingga 16.00, suasana sanggar dipenuhi keceriaan. Lebih dari 50 anak ikut serta dalam berbagai perlombaan bersama orang-orang dewasa dan para pendamping.

Sabtu malam, 29 Agustus 2026, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan pentas seni dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba. Di tengah berbagai keterbatasan, SSA terus menjadi ruang sederhana bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan bertumbuh, sekaligus menjadi tempat tumbuhnya kepedulian antargenerasi.

Rm. F. X. Kurniawan Dwi Madyo Utama, CM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here