Rekoleksi panggilan:
Ketika kaum muda berani melangkah, Tuhan menumbuhkan panggilan.




Rekoleksi panggilan bukan sekadar memperkenalkan hidup imamat atau hidup bakti, tetapi mengajak kaum muda mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus. Dari perjumpaan itu tumbuh keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan menjawab panggilan-Nya dengan penuh sukacita. Sebagaimana Santo Vinsensius a Paulo, Gereja membutuhkan kaum muda yang berani bermimpi, melayani, dan menjadi pembawa harapan bagi dunia.
Sebanyak 57 orang muda dari 10 paroki dari kota Surabaya, Blitar, Malang, dan Pandaan, mengikuti Rekoleksi Panggilan CM yang berlangsung pada 24–26 Juni 2026. Rekoleksi ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat kehidupan, spiritualitas, dan karya pelayanan Kongregasi Misi melalui pengalaman langsung di berbagai komunitas dan karya CM. Selama kegiatan, para peserta didampingi oleh Rm. Gunawan, CM, Rm. Jauhari, CM, Rm. Aldo, CM, Rm. Priyambodo, CM, Rm. Bastian, CM, serta Promotor Panggilan Domus Kediri, Rm. Adi, CM, yang membimbing mereka dalam proses refleksi dan pendampingan panggilan.
Hari pertama diawali dengan pembukaan di Provinsialat CM, Kepanjen 9, Surabaya, sekaligus dengan acara pelepasan keberangkatan oleh Rm. Rudy CM (visitator), sebelum para peserta berangkat menuju Kediri untuk mengenal lebih dekat berbagai karya Kongregasi Misi. Mereka mengunjungi Kantor Misi Umat dan mendapatkan pemaparan mengenai sejarah karya misi CM di Indonesia. Selanjutnya, peserta mengunjungi rumah lansia CM di St. Yosef Kediri, serta Gubug Lazaris, tempat mereka mengikuti berbagai kegiatan seperti outbound, talkshow bersama para imam CM yang berkarya di luar Jawa, sharing mengenai pelayanan paroki, karya sosial, serta misi yang dijalankan Kongregasi Misi. Malam harinya, seluruh peserta bermalam di Gubug Lazaris dalam suasana persaudaraan yang hangat.
Pada hari kedua, rombongan melanjutkan perjalanan ke Malang untuk mengunjungi Seminari Tinggi CM Langsep. Mereka berkesempatan mengikuti perayaan Bonum Propositum dan Admissio, sebuah momen penting dalam perjalanan formasi para frater CM. Kehadiran peserta dalam perayaan tersebut memberikan pengalaman nyata tentang proses pembinaan calon imam dan bruder dalam Kongregasi Misi. Pada malam harinya, para frater berbagi pengalaman hidup di seminari, tantangan panggilan, serta sukacita dalam menjalani masa formatio.
Hari terakhir diawali dengan jalan sehat dan olahraga bersama para frater, yang semakin mempererat kebersamaan antara peserta dan komunitas seminari. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi pemaknaan dengan tema “Follow Me Beyond the Comfort Zone”, yang mengajak mereka untuk berani keluar dari zona nyaman dan membuka hati terhadap panggilan Tuhan. Rekoleksi ditutup dengan Perayaan Ekaristi sebagai ungkapan syukur atas seluruh pengalaman yang telah dijalani selama tiga hari.


Rekoleksi panggilan ini memberikan kesan yang mendalam bagi para peserta. Banyak di antara mereka mengaku semakin mengenal kehidupan Kongregasi Misi dan mulai membuka hati untuk menanggapi panggilan menjadi imam maupun bruder. Bahkan, sembilan seminaris yang telah diterima di Seminari Menengah Garum dan Marianum turut mengikuti rekoleksi ini sebagai bagian dari persiapan mereka memasuki masa pembinaan. Selain memperkenalkan panggilan imam, rekoleksi juga memberikan perhatian khusus pada panggilan Bruder, yang ditandai dengan kehadiran seorang calon bruder dalam perayaan Admissio. Melalui rekoleksi ini, diharapkan semakin banyak kaum muda yang berani menjawab panggilan Kristus untuk menjadi misionaris yang siap melayani Gereja dan kaum miskin dalam semangat Santo Vinsensius a Paulo.




“Jika Allah memanggilmu, jangan takut melangkah.
Ia sendiri akan menyempurnakan apa yang telah Ia mulai.”
– St. Vinsensius a Paulo –
Tim Sekretariat CM


