SRK – YKBS: Tanggap Bencana Gempa di NTT

0
4

“Hadir, mendengarkan, dan membantu agar para penyintas tidak menghadapi bencana seorang diri.”

Tim SRK Lakukan Asesmen dan Distribusi Bantuan bagi Penyintas Gempa di Nagekeo

Nagekeo, Nusa Tenggara Timur — Tim Solidaritas Relawan Kemanusiaan (SRK) melanjutkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Sejak Jumat, 21 Agustus 2026, tim yang terdiri dari Heru, Eko, dan Rino bergerak dari Surabaya menuju Labuan Bajo dan selanjutnya ke wilayah Manggarai untuk mempersiapkan kegiatan pelayanan di lokasi terdampak. Setibanya di wilayah Nagekeo, tim melakukan koordinasi dan asesmen awal bersama masyarakat serta sejumlah pihak setempat. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi penyintas, tingkat kerusakan, serta kebutuhan yang paling mendesak pascagempa.

Menjangkau Wilayah yang Belum Banyak Tersentuh Bantuan

Pada Senin, 24 Agustus, Tim SRK bergerak menuju Desa Waekokak dan sejumlah wilayah lainnya. Dari hasil kunjungan dan wawancara dengan warga, ditemukan bahwa sebagian masyarakat memilih tetap tinggal di desa sebagai pengungsi mandiri. Mereka berusaha mempertahankan kehidupan sehari-hari dengan mencari pakan ternak serta mengelola kebun dan sawah.

Tim juga menemukan sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan cukup berat. Di Desa Waekokak, misalnya, terdapat rumah-rumah yang rusak dan sejumlah titik pengungsian yang tersebar di berbagai lokasi. Desa tersebut terdiri dari empat dusun, 16 RT, dan sekitar 320 kepala keluarga.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Desa Marapokot, wilayah pesisir yang mengalami dampak cukup berat. Berdasarkan hasil asesmen awal, sekitar 30 persen wilayah mengalami kerusakan berat, terutama rumah-rumah yang berada dekat dengan garis pantai dan terdampak langsung oleh gempa serta tsunami kecil.

Tim juga menjangkau Desa Tadho, Kampung Bajo, yang dihuni sekitar 465 jiwa. Hasil asesmen menunjukkan sejumlah wilayah mengalami kerusakan berat dan masyarakat masih bertahan di posko-posko pengungsian.

Mendengar Langsung Cerita dan Kebutuhan Warga

Pada Selasa, 25 Agustus, Tim SRK bersama Rm. Albin dan Bapak Willi melakukan asesmen ke Desa Wajo, Kecamatan Keo Tengah, Nagekeo Selatan. Perjalanan menuju lokasi tidak mudah karena kondisi jalan yang sempit, menanjak, dan mengalami kerusakan.

Di Desa Wajo, tim bertemu dengan pemerintah desa dan masyarakat. Desa tersebut terdiri dari tiga dusun, 12 RT, 272 kepala keluarga, dan sekitar 1.223 jiwa. Hasil pendataan sementara menunjukkan terdapat sekitar 10 rumah yang mengalami kerusakan berat.

Selain melakukan pendataan, tim juga mendengarkan langsung pengalaman masyarakat setelah gempa. Salah satu persoalan yang dirasakan warga adalah keterbatasan bahan bakar minyak (BBM), sementara bantuan yang diterima masih relatif terbatas.

Pada Rabu, 26 Agustus, asesmen dilanjutkan ke berbagai titik pengungsian di Marapokot, Bukit Puta, dan Tadho. Di beberapa lokasi, kerusakan rumah sangat terlihat, sementara masyarakat masih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Menyiapkan dan Menyalurkan Bantuan

Setelah memperoleh data lapangan, Tim SRK mulai mempersiapkan bantuan sembako. Pada Kamis, 27 Agustus, tim melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara tepat sasaran.

Hasil asesmen menunjukkan bahwa para pengungsi tersebar di banyak titik. Di wilayah Wae Kokak saja terdapat sekitar 21 posko pengungsian dengan 418 kepala keluarga atau 1.651 jiwa.

Bantuan yang telah diterima masyarakat dari berbagai pihak antara lain berupa sembako, obat-obatan, tikar, dan selimut. Namun, tim menemukan bahwa kebutuhan di lapangan masih cukup besar. Karena itu, SRK melakukan koordinasi untuk pengadaan tambahan bahan kebutuhan pokok, khususnya beras.

Pada Jumat, 28 Agustus, tim melakukan survei ketersediaan beras di sejumlah toko dan mengatur mekanisme pengadaan serta pengiriman. Bantuan tersebut kemudian dipersiapkan dalam bentuk paket sembako agar dapat dibagikan kepada keluarga penyintas sesuai dengan hasil asesmen.

325 Paket Sembako Disiapkan untuk Tahap Awal

Pada Sabtu, 29 Agustus, Tim SRK bersama para relawan mulai mengambil dan menata bahan bantuan yang telah dipesan. Setelah melakukan pencocokan data antara hasil asesmen dengan data pemerintah desa, tim memutuskan untuk melakukan pendistribusian secara bertahap.

Tahap pertama bantuan disiapkan sebanyak 325 paket untuk masyarakat di wilayah Desa Wae Kokak, Marapokot, dan Desa Tadho.

Proses pengemasan dilakukan bersama sejumlah relawan lokal. Hingga malam hari, tim berhasil menyelesaikan sekitar 120 paket sembako dan melanjutkan persiapan untuk distribusi berikutnya.

Pada Minggu, 30 Agustus, sebanyak 130 paket disiapkan untuk didistribusikan di Posko Desa Tadho, Kampung Bajo. Sebanyak 79 paket berhasil dibagikan kepada masyarakat, sementara paket lainnya dipersiapkan untuk disalurkan ke titik-titik yang membutuhkan.

Tim juga menemukan adanya kekeliruan dalam pengemasan gula dan segera melakukan penukaran dengan pihak toko. Setelah itu, proses penataan kembali dilanjutkan hingga menghasilkan 175 paket sembako yang siap didistribusikan pada hari berikutnya.

Pelayanan yang Berangkat dari Data dan Kebutuhan Nyata

Pelayanan SRK di Nagekeo tidak berhenti pada pemberian bantuan. Tim berusaha memastikan bahwa bantuan diberikan berdasarkan data, kondisi nyata, dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Proses asesmen dilakukan dengan mengunjungi langsung posko-posko pengungsian, berdialog dengan warga, pemerintah desa, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. Pendekatan ini penting agar bantuan tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi juga tepat sasaran dan menjawab kebutuhan penyintas.

Perjalanan Tim SRK juga menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan dan dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat, semangat solidaritas terus tumbuh. Warga, pemerintah desa, relawan, keluarga, dan para donatur bersama-sama mengambil bagian dalam membantu masyarakat bangkit kembali.

Batas waktu donasi untuk mendukung pelayanan kemanusiaan ini adalah 15 September 2026. Dukungan masyarakat masih sangat dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan para penyintas yang tersebar di berbagai titik pengungsian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here