
Sarasehan CM Indonesia 2026 diselenggarakan sebagai ruang refleksi bersama untuk merevitalisasi hidup komunitas Kongregasi Misi Indonesia. Dengan tema “Berjalan Bersama, Membangun Kesadaran, dan Arah Perjalanan Rohani Kongregasi”, sarasehan ini dirancang sebagai proses sinodal yang melibatkan seluruh Domus melalui tahapan pra-sarasehan, pengolahan refleksi, hingga pertemuan pleno provinsi. Seluruh rangkaian kegiatan menegaskan bahwa hidup komunitas bukan sekadar struktur, melainkan panggilan rohani yang perlu terus diperbarui secara sadar dan bertanggung jawab.


Selama hari-hari sarasehan, para peserta diajak untuk mendalami dinamika hidup berkomunitas melalui doa, liturgi, konferensi narasumber, sharing kelompok, serta dialog dengan mitra karya Keluarga Vinsensian. Proses ini mempertemukan refleksi personal, pengalaman kerasulan, dan suara komunitas, sehingga membantu para konfrater membaca realitas hidup bersama secara jujur dan terbuka. Sarasehan menjadi ruang aman untuk menyampaikan harapan, tantangan, dan kerinduan akan komunitas yang lebih manusiawi, rohani, dan misioner.
Sarasehan juga menegaskan pentingnya pengembangan kerja sama antar konfrater dan penataan keseimbangan antara karya dan hidup sebagai anggota CM. Setiap perutusan dipahami sebagai karya kongregasi, bukan proyek pribadi, sehingga menuntut komunikasi yang sehat, dialog yang dewasa, dan kesediaan untuk menyelaraskan agenda pribadi dengan ritme hidup komunitas. Keseimbangan hidup dan karya dipelihara melalui kejelasan peran, disiplin hidup bersama, perhatian pada kesehatan, serta keterbukaan dalam discernment komunal.
Salah satu penekanan utama dalam hasil sarasehan adalah optimalisasi peran Superior Domus dalam menghidupi dan menggerakkan komunitas. Superior Domus dipahami bukan semata sebagai pengelola struktur, melainkan sebagai animator, pemersatu, dan pendamping rohani yang menghadirkan relasi personal yang hangat. Namun demikian, kualitas hidup komunitas tidak hanya bergantung pada pemimpin, melainkan pada tanggung jawab bersama seluruh anggota untuk membangun relasi yang jujur, terbuka, dan bebas dari sikap individualistis.
Akhirnya, Sarasehan CM 2026 meneguhkan kembali komitmen untuk memperkuat dinamika Keluarga Vinsensian sebagai satu persekutuan rohani dan kerasulan. Kolaborasi lintas karya, keterlibatan aktif dalam pembinaan, serta keberpihakan nyata kepada orang miskin menjadi wujud konkret penghayatan karisma Vinsensian. Melalui kesepakatan bersama yang dirumuskan, Sarasehan ini menjadi tonggak penting untuk melangkah ke depan sebagai komunitas yang berjalan bersama, saling menopang, dan setia pada perutusan di tengah Gereja dan masyarakat.


