
Nanga Pinoh, 12 Februari 2026 –Kongregasi Misi (CM).
Provinsi Indonesia merayakan 50 Tahun karya misi di Kalimantan Barat (1976–2026) melalui Sarasehan bertema “Perlipat gandakanlah Bibit Muda-Nya” yang berlangsung pada 11–12 Februari 2026 di Wisma Emaus, Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Momentum emas ini menjadi ruang syukur sekaligus refleksi atas perjalanan panjang para misionaris CM yang telah menaburkan Injil di tanah Kalimantan Barat selama lima dekade.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Visitator CM Indonesia, Rm. Stephanus Rudy Sulistijo, CM. Dalam homilinya, ia mengajak seluruh keluarga besar CM untuk menyalakan kembali api misi dalam semangat Santo Vincentius a Paulo, seraya menegaskan bahwa semakin Vinsensian, semakin terberkati dan menjadi berkat dalam perutusan yang baru. Perayaan ini dihadiri oleh Curia dan DPP CM, para Superior Domus, anggota domus Kalbar, keluarga Vincentian (VMY, SSV, ALMA, JMV), para pastor paroki, serta perwakilan umat dari berbagai wilayah pelayanan.
Sarasehan bersama menghadirkan narasumber Rm. Hardo Iswanto, CM, Rm. Jacques Bernard Gros, CM, dan Bapak Elisius Pujung. Mereka membagikan refleksi tentang dinamika dan tantangan misi, mulai dari luasnya wilayah pelayanan, persoalan ekonomi umat, hingga perubahan sosial akibat ekspansi perkebunan dan arus modernisasi. Rm. Jacques Gros secara khusus membagikan kisah awal misi tahun 1976 di Sintang, Nanga Pinoh, dan Serawai, termasuk pengalaman melayani umat Dayak dengan pendekatan inkulturatif serta perjuangan menghadapi keterbatasan transportasi dan tenaga imam.
Pada hari kedua, sarasehan internal dan diskusi kelompok terarah menegaskan harapan besar agar KM4 (Kompleks Misi di Nanga Pinoh) dihidupkan kembali sebagai pusat spiritualitas, pembinaan orang muda, rumah retret, galeri sejarah misi, tempat ziarah, serta basis pengembangan ekonomi umat. Revitalisasi KM4 dinilai memerlukan komitmen seluruh Provinsi CM Indonesia, pembentukan tim manajemen yang profesional, kolaborasi dengan Keuskupan dan pemerintah, serta keterlibatan aktif umat setempat.
Melalui peringatan 50 tahun ini, CM Indonesia menegaskan bahwa perayaan bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi momentum menyusun peta jalan misi ke depan. Sarasehan menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat formasi rohani dan budaya, pemberdayaan ekonomi umat, serta pembinaan generasi muda sebagai penerus Gereja. Semangat yang diwariskan para perintis diharapkan terus berlipat ganda, sehingga karya misi CM di Kalimantan Barat semakin relevan, kontekstual, dan berbuah bagi Gereja dan masyarakat.
Kontributor: Tim Komsos CM Indonesia.



