ASAL TUHAN TAHU ITU CUKUP BAGIKU

0
827

Oleh: Yupianus Suminto CM

17 Februari 2021 HARI RABU ABU(U)

Yl. 2:12-18;

2Kor. 5:20 – 6:2;

Mat. 6:1-6,16-18.

Bacaan Injil hari ini berisi ajaran Yesus kepada para murid-Nya perihal bagaimana orang harus berdoa, berpuasa, dan bersedekah. Berdoa, berpuasa, dan memberi sedekah, dalam iman kristiani dikenal sebagai tiga keutamaan pokok dalam masa Prapaskah. Melakukan tiga keutamaan ini pertama-tama harus didasari oleh sikap hati yang tulus, bukan oleh kemunafikan. Allah berkenan pada doa kita, puasa kita, dan sedekah kita ketika kita sungguh-sungguh melakukannya dengan hati yang tulus demi pendamaian diri kita dengan Allah dan kedekatan relasi kita dengan-Nya. Kitab Yoel 2:13 berbunyi, “Koyakanlah hatimu, jangan pakaianmu…” Patokan untuk sikap tobat bukanlah apa yang dari luar, tapi dari dalam, yaitu hati manusia. Jadi semangat berdoa, berpuasa, dan bersedekah kita bukanlah dimotivasi oleh keinginan untuk menerima pujian, supaya dianggap baik, dipandang suci, ataupun untuk pamer-pameran. Tindakan munafik itu sungguh tidak berkenan di hadapan Allah.

Menarik bahwa dalam pengajaran-Nya, Yesus juga berbicara soal upah. Bagi mereka yang melakukan doa, puasa, dan sedekah secara munafik, mereka telah mendapat upahnya. Upah itu ialah upah yang mereka janjikan sendi, bukan yang berasal dari Allah. Contoh upah yang dijanjikan sendiri itu ialah pujian yang didapatkan karena kesengajaan orang memamerkan  tindakan doa, puasa, dan sedekah mereka di tengah orang banyak. Hal inilah yang dikritik oleh Yesus. Maka, sebagai pengikut Kristus marilah kita tidak berlaku munafik seperti itu, melainkan mengamalkan anjuran-Nya.  Marilah kita memfokuskan diri pada upah yang berasal dari Bapa di Surga. Asal Allah tahu tindakan baik kita, itu sudah cukup.

Saya dan kita semua tentu sangat mengharapkan upah dari Bapa di surga itu. Sebelum mengharapkan upah marilah kita terlebih dahulu melaksanakan anjuran-anjuran Yesus. Situasi Covid ini janganlah kiranya menjadi alasan bagi kita untuk tidak berdoa, berpuasa dan bersedekah. Kemunculan pandemi ini semakin menyadarkan kita akan kelemahan dan kerapuhan kita sebagai manusia. Saat ini kita justru diajak untuk semakin mengandalkan Tuhan sebagai satu-satunya penyelamat kita. Dalam 2 Korintus 6:2 Allah sendiri berfirman, “Pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau. Ayat ini kiranya menguatkan kita dan menjadikan kita manusia yang berpengharapan.

Kita menyadari bahwa krisis yang diakibatkan oleh pandemi bukan hanya soal krisis materi, tetapi juga krisis dalam hal hidup rohani. Sebagai seorang seminaris saya sendiri menyadari betapa saya pun turut mengalami pergulatan panggilan. Adanya pembatasan aktivitas masyarakat seara otomatis berpengaruh juga pada aktivitas pastoral para frater. Selain doa, aktivitas pastoral adalah juga wadah bagi para frater untuk memumuk hidup rohani dan panggilan yang baik. Ketika berjumpa dengan umat, membangun relasi dengan umat, seorang frater dapat saja merasa semakin mantap dalam panggilannya. Para frater, termasuk saya sendiri dapat merasa bersyukur atas segala perkembangan dan kelancaran dalam berpastoral. Apabila ada persoalan, itu bahkan menjadi bahan doa para frater.

Pada awalnya saya merasa ”lumpuh”, tidak tahu harus berbuat apa. Doa tetap dilakukan, tetapi saya tetap merasa ada yang kurang karena tidak dapat berpastoral. Hal ini sangatlah wajar mengingat berpastoral adalah salah satu identitas dari para calon imam. Namun saya tidak menjadi larut dalam “kelumpuhan” ini. Asal ada kemauan, Tuhan pasti setia menuntun. Pada akhirnya berpastoral dengan perjumpaan fisik secara langsung dialihkan ke pastoral secara digital. Hal ini cukup mengembalikan dan meneguhkan identitas para frater dan saya sebagai calon imam. Di tengah pandemi ini masih ada celah bagi siapapun untuk terus berkarya demi kebaikan sesama dan diri sendiri. Namun saya dan kita semua perlu mengingat satu hal, yaitu apa pun tindakan baik yang kita lakukan harus kita lakukan dengan hati yang tulus demi upah dari Bapa di Surga, bukan demi yang lain-lainnya. Asal Tuhan mengetahuinya itu sudah cukup. Tuhan memberkati. Amin.

#VinsensianIndonesia

#visabisa

#PraPaskah2021