Oleh: Rm. FX. Eko Armada R., CM
A. Apa itu misi umat?
Misi umat adalah semacam “retret umat” yang dilakukan oleh para misionaris (Romo, frater, suster, katekis) untuk umat. Misionaris tinggal bersama umat, mengunjungi mereka, berjumpa dengan mereka, mendengarkan mereka, melakukan KATEKESE untuk mereka, BERDOA bersama mereka. Dan, di salah satu puncak pertemuannya: Umat mengaku dosa kepada imam, pembaharuan iman Katolik. Singkat kata: MISI UMAT UNTUK MENYALAKAN KEMBALI API IMAN UMAT.
B. “Sejarah kecil” Misi Umat?
Tahun 1986, para frater CM mengadakan “live-in” di stasi Stasi Pare. Tahun berikutnya, Romo Ponticelli CM (Rektor Seminari Tinggi CM waktu itu) mengajak untuk pertama kali “Misi Umat” pertama di stasi Klepu, Ponorogo (1987). “Kita hidupkan kembali apa yang pernah dikerjakan oleh Santo Vincentius a Paulo untuk Gereja Katolik Zaman itu. Sebelum misi, Vinsensius berlatih katekese, kotbah, mengajak umat mengaku dosa, dll.”
Tahun-tahun selanjutnya Misi Umat dijalankan secara terus menerus dan dikembangkan bukan hanya di paroki/stasi Keuskupan Surabaya, tetapi juga Banjarmasin, Jakarta, dan Malang. Dan, semakin banyak kongregasi/tarekat/frater diosesan yang ambil bagian.
C. Catatan positif Misi Umat (MU):
- MU mengokohkan dan merealisasikan arah dasar Gereja Keuskupan, paroki secara sinodal.
- Momen MU indah, mengharukan, menghidupkan karena banyak umat tak semua mengalami “kunjungan rohani”. Di MU, tidak ada yang ketinggalan untuk didatangi dan dikunjungi oleh para misionaris. Tidak ada yang kelewatan disapa.
- MU sekaligus membangkitkan “promosi panggilan”.
- MU menjadi momen dimana umat menyambut Suster, Frater, Romo di rumahnya secara apa adanya, makan bersama mereka.
- MU perlu diteruskan dengan proses kaderisasi tokoh-tokoh umat, remaja, OMK, bapak/ibu secara berkelanjutan untuk menggelorakan dan mengokohkan kehidupan menggereja dan kehidupan iman umat Katolik.



