Dari Gelombang Tsunami Menuju Harapan Baru

0
15

Kisah Suhardin, Penyintas Tsunami Palu

“Ketika ombak mengambil hampir segalanya, Tuhan menghadirkan orang-orang yang mengembalikan harapan.”

“Are You Ready? Yes, I am Ready”

Januari akhir tahun 2023 setelah perayaan Hari Jadi CM, Romo Visitator mengajakku ngobrol di...

MERAYAKAN PASKAH DALAM SEMANGAT KHARISMA VINSENSIAN

St. Vinsensius biasa merayakan Paskah dengan memaknainya sebagai “hidup sesuai dengan cara hidup...

Buletin Seminarium Internum St. Yustinus de Yakobis

Pada Tahun ini Seminarium Internum CM (Novisiat) mengeluarkan Buletin baru. Para frater hendak...

St. Vincent de Paul dan Saya: Evangelizare Pauperibus Misit

Penulis: Nathalia Widjaja 27 September 2022 Beberapa hari ini Darin bertanya ke saya, “Mama, saat...

Admissio dan Bonum Propositum 2022

Pada tanggal 24 Juni 2022, bertempat di Seminari Tinggi CM, Badut, Malang, sembilan pemuda diterima...

Buku Terjemahan “Vinsensius de Paul I”

Buku terjemahan “Vinsensius de Paul I” akhirnya terbit pada bulan Maret 2022. Buku “Vinsensius de...

Selamat Jalan Romo Anton Tanalepie, CM

CURRICULUM VITAE DATA PRIBADINama Lengkap   : Rm. Antonius Johannes Budianto Tanalepie...

EVANGELIZARE PAUPERIBUS MISIT ME : HUT Kongregasi Misi ke-404 Tahun

Oleh : Fr. Empi, CM Bagi para Imam Vinsensian tanggal 25 Januari merupakan hari di mana mereka...

Keluarga Vinsensian Peringatan 400 tahun

“Aku seorang asing dan kamu memberi Aku tumpangan sebuah initiatif global Keluarga Vinsensian untuk...

400 Tahun CM, Menabur benih Jurnalistik

Dalam rangka memperingati 400 tahun Congregasi Misi (CM), para imam beserta team yang sudah dibentuk...

KESETIAKAWANAN DENGAN ORANG MISKIN

YESUS: KESETIAKAWANAN TUHAN Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, setiakawan (solider) dengan...

For Vincentians, the Door Opens Out

“Hey buddy, the door swings both ways!” Often said in anger, this phrase can be a push to us...

Temu Kaum Muda Vinsensian (TKMV)

Temu Kaum Muda Vinsensian (TKMV) telah diselenggarakan pada 16-18 Oktober 2015 di SMAK St. Louis I...

Annual Mission Appeal for the Congregation

“In October, as the Church calls us to reflect on our missionary vocation, it is also time for our...

Pendidikan Keutamaan: Membangun Manusia, Gereja dan Masyarakat

Pada tanggal 12-14 September 2014 telah diselenggarakan Hari Studi Keluarga Vinsensian di rumah...

MENINGGALKAN TUHAN UNTUK BERTEMU TUHAN

Rm. Werang CM Pengalaman Kehadiran Tuhan dalam orang Miskin Berbagi dengan Orang Miskin Peluang...

Binalanjut: “Menemukan Kristus dalam diri orang miskin”

Kamis, 12 Juni 2014, Pkl. 10.00 s.d 12.30WIB di Gubug Lazaris Pare diadakan pertemuan Bina Lanjut CM...

Kursus Persiapan Kaul Kekal KEVIN 2014

Sepanjang bulan Mei yang lalu telah diselenggarakan kursus persiapan kaul kekal bagi Keluarga...

Ketika Romo Hendrikus Antonius Maessen CM, Pendiri SMAK St Hendrikus,”Pulang Kampung”

Selalu Terkenang Skuter Tua dan Rawon Ada banyak memori yang tertinggal di Jawa Timur. Karena itu...

Bedah Buku “Percikan-percikan Kemanusiaan”

Dengan bangga Yayasan Kasih Bangsa Surabaya (YKBS) mensyukuri terbitnya buku...

PENYELENGARAAN ILAHI DALAM HIDUP VINSENSIUS

oleh Sr. Yosephine Purba, KYM Tulisan ini menyajikan secara ringkas kisah hidup St. Vinsensius...

Spiritualitas Vinsensian: Perjumpaan dengan Kristus dalam Orang Miskin

Oleh Romo Luigi Mezzadri, CM, Provinsi Roma Spiritualitas Vinsensian bukanlah sebuah doktrin...

Beberapa Pokok Spiritualitas Vinsensius (Dialog)

Oleh: Kelompok Studi Vinsensian Puteri Kasih ♥ Spiritualitas Vinsensius adalah spiritualitas yang...

CM Provinsi Indonesia dan Evangelisasi Baru

Tahun 2013 ini, Kongregasi Misi – Provinsi Indonesia mengadakan retret bagi para anggotanya...

Umat dari Magetan Mengunjungi Romo Catini, CM

Kehadiran, karya dan pelayanan para romo ternyata tak mudah terlupakan oleh umat. Hal itu nyata...

5 WAJAH ST. VINSENSIUS A PAULO

St. Vinsensius a Paulo adalah orang yang berpengaruh pada zamannya. Cara dan pilihan hidupnya telah...

Berjalan Bersama St. Vinsensius a Paulo

Berdoa berarti percaya dan mendengarkan. Orang-orang kudus mengenal hal ini dengan baik. Hidup...

BELAJAR KEHIDUPAN

Oleh: Yulia Widyasari Waktu itu saya ikut TKMV di Gresik tahun 2012. Salah satu kegiatannya adalah...

Beatifikasi 42 Martir Keluarga Vinsensian

Peristiwa kegembiraan beatifikasi 42 martir dari keluarga vinsensian dapat disimak dalam galeri...

Beatifikasi Imam dan Bruder Kongregasi Misi (CM) oleh Paus Fransiskus

Pada tanggal 13 Oktober 2013, 11  Imam dan 3  Bruder Kongregasi Misi (CM) akan dibeatifikasi oleh...

Pertemuan Medior II

Diadakan pada tanggal 14-15 November di Griya Samadi Vinsensius, Prigen. Pertemuan dibuka dengan...

Kisah dari Tanah Misi Tofoi (Papua Barat)

Hari ini, 27 Juli 2012 aku memulai journey ketiga stasi jalur darat, berjarak 120-an km. Setiap...

Vincentian pioneer in China remembered

UCA News “Remembering the missionary who embraced China” Tianjin diocese remembers Father Vincent...

Dari Gelombang Tsunami Menuju Harapan Baru

Kisah Suhardin, Penyintas Tsunami Palu “Ketika ombak mengambil hampir segalanya, Tuhan...

Retret CM 2026

RETRET TAHUN 2026 Dalam upaya memperbarui semangat panggilan dan perutusan, Kongregasi Misi (CM)...

Kenangan, Martabat, dan Harapan: Nilai Para Lansia dalam Panggilan Vinsensian

Pada pesta Santo Yoakim dan Santa Anna, orang tua Santa Perawan Maria sekaligus kakek dan nenek...

Follow Me Beyond the Comfort Zone

Rekoleksi panggilan: Ketika kaum muda berani melangkah, Tuhan menumbuhkan panggilan. Rekoleksi...

Lokakarya MUV 2026

Menjadi Gereja Muda yang Misioner Malang – Sebanyak 103 misionaris mengikuti Lokakarya MUV 2026 yang...

Meneguhkan Panggilan, Menyiapkan Misi

Bonum Propositum dan Admissio dalam Kongregasi Misi Provinsi Indonesia     Pada tanggal 25 Juni...

Vinsensius dalam Pandangan Luisa: Perspektif Perempuan atas Karisma Vinsensian Masa Kini

Communication OfficeJean Rolex, C.M. Santo Vinsensius a Paulo dalam pandangan Santa Louisa de...

Santa Louisa de Marillac: Kekuatan Hening yang Mengubah Sejarah

Communication OfficeJean Rolex, C.M. Santa Louisa de Marillac tidak mengubah jalannya sejarah...

Visitasi Kanonik Domus Kalimantan Selatan

Oleh: Rm. Angga, CM Dalam rangka visitasi kanonik Domus Kalimantan Selatan yang berlangsung pada...

Tanggal 28 September 2018 menjadi hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh Suhardin dan ribuan warga Palu. Menjelang petang, sekitar pukul 17.02 WITA, bumi berguncang hebat. Gempa berkekuatan Magnitudo 7,5 mengguncang Kota Palu dan Donggala, disusul gelombang tsunami dan likuefaksi yang meluluhlantakkan ribuan rumah serta merenggut banyak nyawa.

Saat bencana terjadi, Suhardin tidak berada di rumah. Ia sedang mengikuti persiapan acara di tengah kota Palu. Di rumah, istri, anak-anaknya, dan ayahnya berada dalam ancaman maut. Ketika menyadari apa yang sedang terjadi yaitu gempa, ia berlari sekuat tenaga menuju rumahnya. Dalam kepanikan, ia hanya memikirkan satu hal: menyelamatkan keluarganya. Di tengah kekacauan itu, ayahnya sempat terseret arus tsunami hingga ke tengah laut. Sebuah peristiwa yang hampir merenggut nyawanya. Namun, oleh penyelenggaraan Tuhan, seluruh anggota keluarganya akhirnya berhasil selamat.

Meski demikian, keselamatan itu harus dibayar dengan kehilangan yang sangat besar. Rumah mereka hancur. Bengkel motor kecil yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga juga lenyap disapu air. Dalam sekejap, semua yang dibangun selama bertahun-tahun hilang.  Suhardi mengaku pernah berada pada titik di mana ia merasa tidak lagi memiliki harapan. “Saya bingung harus memulai dari mana. Rumah tidak ada, usaha tidak ada. Rasanya masa depan keluarga ikut hanyut bersama tsunami.” Namun, Tuhan ternyata belum selesai menulis kisah hidupnya. Pada tahun 2021, harapan baru datang melalui Program 13 Houses Alliance yang didukung oleh Serikat Sosial Santo Vinsensius (SSV) Indonesia. Melalui program tersebut, sebuah rumah baru dibangun bagi keluarga Suhardin.

Bagi orang lain, rumah itu mungkin hanya sebuah bangunan. Tetapi bagi Suhardin, rumah itu adalah tanda bahwa Tuhan belum meninggalkan keluarganya. Ia menyebutnya sebagai rumah impian, tempat keluarganya dapat memulai kembali kehidupan dengan penuh harapan. Rumah itu masih berdiri kokoh hingga hari ini. Ada satu kenangan yang sangat ia syukuri. Ketika ayahnya akhirnya meninggal dunia beberapa tahun kemudian, beliau dapat menghembuskan napas terakhir di rumah miliknya sendiri. Bagi masyarakat Suku Kaili, meninggal di rumah sendiri memiliki makna yang sangat mendalam sebagai sebuah kehormatan dan berkat bagi keluarga.

Kini kehidupan Suhardin telah berubah. Perlahan-lahan ia bangkit secara ekonomi. Dari seseorang yang kehilangan rumah dan mata pencaharian, kini ia dipercaya menjadi Manajer Sales di sebuah perusahaan sepeda motor. Keempat anaknya dapat kembali bersekolah dengan baik, sementara keluarganya hidup lebih tenang dan penuh harapan. Dengan penuh syukur, Suhardin mengenang semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan pemulihan keluarganya. “Terima kasih kepada SSV Indonesia dan Program 13 Houses Alliance. Rumah ini bukan hanya memberi kami tempat tinggal, tetapi juga mengembalikan harapan, martabat, dan masa depan keluarga kami. Kami percaya bahwa Tuhan bekerja melalui tangan-tangan orang yang peduli.”

Kisah Suhardin mengingatkan kita bahwa membangun sebuah rumah bukan sekadar mendirikan dinding dan atap. Membangun rumah berarti membangun kembali kehidupan, memulihkan martabat manusia, dan menyalakan kembali harapan yang hampir padam. Sebab pada akhirnya, sebuah rumah bukan hanya tempat untuk tinggal, melainkan tempat di mana iman, kasih, dan harapan dapat bertumbuh kembali.

Tim Sekretariat CM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here